Menu

Melanjutkan post sebelumnya, tentang keputusan. Dimana dengan keputusan-keputusan yang kita ambil hari ini, dapat mengubah sesuatu di masa yang akan datang dalam kehidupan kita. Btw, masa yang akan datang itu bisa 1 jam kedepan, 1 hari kedepan, ataupun 1 tahun kedepan.

Ambil contoh, kita memutuskan untuk tidak makan saat pagi dan siang hari. Konsekuensinya, kita akan lapar saat sore atau malam hari. Bisa jadi maag kita kambuh.

Nah, tapi kemarin, saat memikirkan post sebelumnya, saya mendapatkan sebuah pemahaman untuk melengkapi tentang keputusan. Kurang lebih seperti ini:

Kita dapat mengubah sesuatu dengan keputusan kita. Benar. Tapi tetap ada hal-hal yang tidak bisa kita ubah dan yang bisa kita lakukan adalah bersyukur, menerima, dan menikmatinya.

Contoh-contoh sesuatu hal yang tidak bisa kita ubah atau kita pilih:
1. Tanggal dimana kita lahir.
2. Kota / tempat dimana kita lahir.
3. Suku / Ras apa kita dilahirkan.
4. Ayah dan Ibu kandung kita (biological parents).
5. Saudara kandung kita.
6. Jenis kelamin kita.
7. Golongan darah kita.
8. Sifat orang-orang disekeliling kita.
9. Warna kulit kita (mungkin diluar sana sudah bisa diubah, tapi saya yang kurang tahu).
10. Perkataan orang-orang disekeliling kita.
11. Gift atau talenta yang Tuhan berikan (meskipun kita bisa mastering sesuatu hal yang baru).
12. Matahari yang selalu terbit dari Timur (kecuali di Venus ya).
13. Manusia yang perlu oksigen untuk bernafas.
14. Keburukan suami atau istri kita nantinya (meskipun kita selektif saat awal).
15. Sifat atau perilaku anak kita nantinya (meskipun bisa kita didik sedari kecil).
16. Tua. Setiap orang akan tua suatu saat nanti. Kita tidak bisa memilih muda terus.
17. Keriput di wajah saat tua nanti.
18. Tanggal dimana kita dipanggil (secara normal tentunya. Kematian adalah hal yang pasti dan tidak bisa kita ubah).
19. Siapa yang menangis dan sedih saat kita dipanggil nanti.
20. Dan lain-lain. Bisa direnungkan dan dipikirkan sendiri.

Sudahkah kita belajar bersyukur hari ini? Atas hal-hal yang tidak bisa kita ubah tersebut? Atau kita masih belum bisa menerimanya?

Beberapa waktu lalu saya mendengarkan sebuah podcast tentang bersyukur. Narasumber podcast tersebut memberikan tips tentang bersyukur, salah satunya adalah dengan membuat Gratitude Journal. Yaitu sebuah jurnal atau catatan tentang hal-hal yang kita syukuri. Baiknya ditulis saat malam hari sebelum tidur. Karena kita bisa review keseluruhan hari-hari kita.

Nah, sejak 16 September (masih 10 hari) saya coba praktekin membuat journal ini. Hasilnya, total ada 32 hal yang bisa disyukuri. Meskipun ada beberapa yang sama karena beda hari. Jika ditotal rata-rata ada 3 hal yang bisa disyukuri tiap harinya selama 10 hari ini. Semoga kedepan bisa bertambah. :-p

Untuk pencatatan Gratitude Journal, bisa menggunakan buku. Kalau saya menggunakan Apps karena lebih praktis dan diremind tiap harin untuk menulis. Apps yang saya gunakan adalah Presently. Bisa didownload bagi penggunakan Android disini.

Apps Presently

Kembali lagi tentang bersyukur. Bagi sebagian orang, mungkin bersyukur bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika kondisi yang ada di depan mata kita tidak sesuai dengan apa yang kita ingini.

Bersyukur bukan tentang apa yang kita ingini, tapi bersyukur adalah bagaimana kita berterima kasih atas hidup ini.
Bersyukur bukan tentang menuntut, tapi bersyukur adalah bagaimana kita memberikan yang ada dari hidup ini.
Bersyukur bukan tentang pencapaian dimasa yang akan datang, tapi bersyukur adalah bagaimana menghargai waktu di hidup ini.

Bersyukurlah atas apa yang ada di hidup kita hari ini. Belum tentu esok hari kita masih diberikan “kesempatan” untuk bersyukur.

1 Tesalonika 5:18 TB
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Akhir kata, bersyukur pun adalah pilihan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *