Menu

Ketika kita menyeduh teh ke dalam secangkir air, maka secangkir air tersebut berubah menjadi secangkir teh. Hal yang sama juga berlaku saat kita menyeduh kopi kedalam secangkir air, maka akan menjadi secangkir kopi.

Air di dalam cangkir tidak akan berubah selama tidak ada zat lain yang dimasukkan ke dalamnya. Teh dan Kopi merupakan zat yang dapat membawa pengaruh kedalam air. Di post sebelumnya, salah satu hal yang mempengaruhi kita dalam membuat keputusan adalah input.

Saat kita menyeduh teh ke dalam secangkir air, sangat tidak mungkin menghasilkan secangkir kopi. Saat kita memasukkan sesuatu yang negative ke dalam pemikiran kita, maka sangat tidak mungkin pula menghasilkan sesuatu yang positive dalam pemikiran kita.

Perhatikan apa yang masuk (Input), karena itu akan mempengaruhi yang keluar (Output). Kebiasaan, karakter, attitude, tindakan, keputusan adalah contoh dari output.

Sedangkan Input disini bisa berarti: informasi, pengetahuan, ataupun nasehat yang diterima baik secara rohani atau secara sekuler.

12 Pengintai

Di Bilangan 13 (dapat dibaca disini), diceritakan tentang 12 pengintai yang sedang mengintai tanah Kanaan. Dari 12 orang pengintai, hanya ada 2 orang (Yosua dan Kaleb) yang mampu melihat Tanah Kanaan dari sudut pandang yang positif, sedangkan 10 orang sisanya tidak memandang ini sebagai sesuatu hal yang positif.

Di Bilangan 13:32-33, dikatakan demikian:

13:32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

13:33 Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Perhatikan di ayat ke 32, dikatakan bahwa mereka (10 orang pengintai) menyampaikan kabar busuk kepada bangsa Israel. Dari kabar busuk inilah bangsa Israel bersungut-sungut hingga akhirnya memberontak.

Di akhir kisah ini, bangsa Israel harus menerima konsekuensi, yaitu: seluruh orang yang berumur 20 tahun keatas (kecuali Yosua dan Kaleb) tidak akan masuk ke Tanah Kanaan dan mereka akan mengembara di padang gurun selama 40 tahun lamanya.

Perhatikan kembali, input (kabar busuk) yang diterima bangsa Israel membuat mereka memiliki perspective (sudut pandang) yang salah tentang Tanah Kanaan yang kemudian berakibat terhadap output (tindakan/keputusan) mereka, yaitu bersungut-sungut.

Filter

Informasi beredar dengan sangat cepat. Hampir semua orang dapat dengan mudah mengakses Internet. Gambar dibawah kurang lebih menggambarkan apa yang terjadi dalam 1 menit di Internet.

Internet Activity in One Minute 2019

Dalam 1 menit, ada kurang lebih 41.6 Juta pesan yang dikirimkan lewat Whatsapp dan Facebook Messenger dan terdapat 347 ribu scrolling di Instagram. Sebuah jumlah yang sangat besar dan akan bertambah terus di masa yang akan datang.

Namun, dengan informasi yang beredar begitu cepat dan begitu banyak tersebut akan sangat berbahaya apabila kita tidak memiliki sistem filter dalam pikiran kita. Kembali lagi kepada kisah bangsa Israel dimana ketika “kabar busuk” itu beredar, mereka langsung menerimanya mentah-mentah.

Informasi yang tidak difilter dan tidak dipertimbangan dengan benar sebelum mengambil keputusan dapat menggiring kita kepada keputusan yang salah.

Kurangnya Input

Input yang baik akan membawa kita kepada output yang baik. Input bisa berarti pegangan, pijakan, ataupun pengetahuan yang akan menuntun kita dalam menentukan keputusan. Bagaimana apabila kita tidak memiliki input? atau bahkan hanya menerima sedikit input?

Besar kemungkinan kita hanya akan berpegang kepada pemikiran diri kita sendiri atau bisa saja kita dapat dengan mudah dibohongi karena kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Di Hosea 4:6 dikatakan:

Terjemahan Baru (TB): Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

New International Translation (NIV): my people are destroyed from lack of knowledge. “Because you have rejected knowledge, I also reject you as my priests; because you have ignored the law of your God, I also will ignore your children.

Dalam Terjemahan Baru, kata knowledge diterjemahkan sebagai pengenalan. Yang dimaksud dengan knowledge atau pengenalan ini adalah Hukum Taurat yang mana wajib diajarkan oleh imam kepada bangsa Israel.

Karena kurangnya pengetahuan akan firman Allah inilah, yang membuat bangsa Israel melakukan tindakan-tindakan yang tidak berkenan kepada Allah (Hosea 4:2) yang mana berujung pada kebinasaan.

Kurangnya pengetahuan atau pengenalan bukan karena tidak adanya resource, tapi karena tidak adanya keinginan untuk mengetahui.

Conclusion

  • Input sangat penting dalam kehidupan kita. Jangan sampai kita tidak menerima atau menolak input. Firman, pengetahuan, informasi yang benar, nasehat adalah contoh-contoh input.
  • Perhatikan kualitas input yang diterima, karena akan menentukan kualitas output yang keluar. Kualitas yang baik juga harus ditunjang oleh kebenaran dari input tersebut. Input harus sesuatu yang benar. Tidak hanya baik saja.
  • Input dapat membukakan mata kita dan melihat suatu perspective yang berbeda

Akhir kata, biarlah post ini bisa berguna buat yang membaca dan biarlah post ini bisa menjadi pengingat buat saya secara pribadi dan jangan lupa isi pemikiran kita dengan INPUT yang benar.

See you!

Sumber:
-Jeffrey Rachmat, The Power Of Choice
-Thomas Oppong, Mission.Org
-Lori Lewis & Chadd Callahan

One Comment for "Input"

  • L

    Agree 👍🏻

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *