Menu

You will lose what you cannot manage

You will lose time if you can’t manage your time.
You will lose money if you can’t manage your money.
You will lose energy if you can’t manage your energy.
You will lose resources if you can’t manage your resources.

Kira-kira begitulah isi sepenggal buku Suit Up yang ditulis oleh Ps. Jeffrey Rachmat (Actually, he is my favorite preacher). Dalam kehidupan kita, menurut saya kita akan selalu berkutat dengan hal-hal yang kita kelola. Waktu, keuangan, energy, sumber daya yang kita miliki, relationship, talenta, kesehatan, dan lain sebagainya adalah hal-hal yang harus kita kelola.

Sejujurnya saya bukan orang yang pandai mengelola, hampir selama saya hidup, saya tidak pernah mengelola. Pernah beberapa kali mencoba untuk mengelola keuangan dan waktu, namun hanya bertahan 2-3 bulan. Shame on me! Tibalah awal 2019 lalu, saya tersadar, saya harus mulai mengelola.

Didalam Alkitab, Matius 25:14-30 (Perumpamaan tentang talenta), disana dijelaskan tentang sebuah talenta. Dimana ada seorang tuan mempercayakan hartanya kepada 3 hambanya. Hamba yang pertama diberikan 5, hamba kedua diberikan 2, dan hamba ketiga diberikan 1. Hamba pertama dan kedua mengusahakan dan mengelola talenta yang diberikan oleh tuannya, berbeda dengan hamba ketiga, ia menggali lobang dan menyembunyikan talenta tersebut.

Lama setelah itu, tuan mereka datang kembali dan membuat perhitungan dengan ketiga hambanya. Hamba pertama mendapatkan laba 5 talenta, hamba kedua mendapatkan 2 talenta. Kedua hamba ini mendapatkan laba 2 kali lipat dari apa yang dipercayakan kepadanya. Namun hamba ketiga tidak mendapatkan laba dari talenta yang ia miliki karena talenta tersebut tidak ia kelola. Di akhir perumpamaan ini, talenta dari hamba ketiga ini diberikan kepada orang yang memiliki 10 talenta.

Saya mungkin tidak pandai dalam menafsirkan bacaan firman diatas, tapi saya menangkap bahwa talenta-talenta tersebut adalah hal-hal yang telah Tuhan percayakan (atau Tuhan berikan) didalam kehidupan kita. Mungkin talenta-talenta tersebut tidak melulu soal harta, contoh paling sederhana adalah waktu.

The Richest People in The World

Orang terkaya di dunia saat ini, Jeff Bezos (sumber: Forbes) punya waktu yang sama dengan kita, 24 jam. Ini menunjukkan bahwa waktu adalah salah satu hal yang berharga di dunia ini, namun seringkali kita tidak sadar bahwa kita sering membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna.

Apa saja yang harus kita kelola? Ini berdasarkan apa yang telah saya pelajari beberapa bulan ini. Masih belum lengkap. Masih belum sempurna. Tapi tidak ada kata terlambat. Better late than never!

1. Waktu (Time)
Waktu adalah sesuatu hal yang patut kita syukuri. Kita masih punya waktu, kita masih punya harapan dengan waktu yang ada ini. Dan waktu ini harus kita kelola dengan baik. Sebenarnya untuk waktu ini, ada 2 hal yang saya pelajari. Yang pertama adalah mencatat agenda atau to-do dan yang kedua adalah mengatur skala prioritas untuk setiap agenda.

Untuk skala prioritas akan saya bahas pada post berikutnya, namun saat ini saya ingin membahas tentang mengatur agenda. Mengapa agenda atau to-do ini perlu kita catat? Simple! karena terkadang otak kita lupa dengan banyaknya agenda atau to-do ini.

Wunderlist Web Version (Blurred)

Untuk mencatat agenda ini, saya menggunakan sebuah Apps bernama Wunderlist. Sebenarnya bisa menggunakan buku namun untuk saat ini, saya rasa menggunakan Apps adalah cara terbaik. Wunderlist memiliki tampilan yang sederhana serta dapat diakses secara mudah dari Smartphone kita (iOS dan Android) serta terdapat versi Web yang mana dapat kita akses dari manapun. Selain Wunderlist, ada beberapa apps rekomendasi lainnya seperti: Todoist, Any.do, Google Calendar, dll.

2. Keuangan (Financial)
Dalam buku Wealth Wisdom dikatakan bahwa besarnya penghasilan seseorang tidak selalu sama dengan kecukupan financialnya. Ada sebuah perbedaan antara penghasilan dengan kecukupan financial. Penghasilan adalah sejumlah uang yang diterima seseorang dari hasil usaha atau pekerjaannya. Sedangkan kecukupan financial adalah bagaimana cara seseorang menjalankan menjalankan gaya hidup mereka dari apa yang mereka miliki.

Sebagai contoh: Dennis memiliki penghasilan Rp. 15.000.000,- per Bulan. Sedangkan Alice memiliki penghasilan sebesar Rp. 7.500.000,- per Bulan. Dalam sebulan, Dennis dapat menghabiskan seluruh pendapatannya untuk gaya hidup. Sedangkan Alice memiliki komitmen 15% pendapatannya digunakan untuk investasi, 10% pendapatannya digunakan untuk dana darurat dan premi asuransi, 50% digunakan untuk biaya hidup rutin, 10% untuk perpuluhan atau sedekah, 10% untuk gaya hidup, dan 5% sisanya digunakan untuk tabungan dan kebutuhan hidup selama setahun.

Dari contoh diatas, terlihat bahwa Dennis memiliki penghasilan 2 kali lipat daripada Alice, namun Dennis tidak melakukan perencanaan keuangan atas penghasilannya. Jadi bukan seberapa besar penghasilan anda yang mempengaruhi kecukupan financial, namun kemampuan kita dalam mengelolanya yang memiliki peranan penting.

Honestly, saya masih belum bisa seperti Alice yang sudah mampu mengelola keuangannya dengan baik, saya juga baru belajar mengelola keuangan saya. Hari-hari ini saya memulai belajar mengelola keuangan saya dengan cara mencatat semua pengeluaran dan pemasukan saya secara detail. Mengapa perlu dicatat? Karena dengan mencatatnya, kita dapat mengetahui pos-pos mana saja yang melebihi alokasi. Setelah itu baru bisa dilakukan perbaikan dan membuat alokasi dengan benar.

Contoh Catatan Pengeluaran Sederhana

Untuk pencatatan keuangan, saya tidak tidak ada tool atau apps khusus, saya menggunakan Excel. Contohnya dapat dilihat seperti gambar diatas. Namun jika ingin menggunakan apps, saran saya: Money Lover.

Akhir kata, masih banyak hal yang perlu kita manage atau kelola. Kesehatan adalah salah satunya. Dan agar berhasil dalam mengelola diperlukan adanya kesadaran dan kemauan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan pernah remehkan hal-hal kecil yang kita perbuat hari ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Karena semuanya selalu dimulai dari hal-hal yang kecil.

Tulisan ini masih jauh dari kata sempurna dan dibuat tanpa motivasi untuk menggurui, masih perlu banyak koreksi dan feedback. Semoga bermanfaat and God Bless you.

Reference:
– Suit Up, by Ps. Jeffrey Rachmat
– Wealth Wisdom, by Bank Permata

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *